Sejarah Singkat

Sejarah LPPM STIKes Yatsi

Keberadaan dan keberlangsungan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat merupakan hal mutlak bagi sebuah perguruan tinggi, bahkan dapat menjadi ukuran bagi kualitas dari perguruan tinggi tersebut. Keniscayaan tersebut dikukuh melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal 20 (2) telah mensyaratkan bahwa Perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Demikian pula halnya, di STIKes Yatsi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi Yatsi. LPPM STIKes Yatsi merespon hal tersebut melalui revitalisasi kelembagaan dan orientasi program melalui penyusunan Rencana Induk Penelitian (RENSTRA) Tahun 2016-2020.
Untuk mencapai sebagai kampus yang bisa bersaing di tingkat Nasional dan Internasional maka STIKes Yatsi menetapkan 6 road map penelitian yang tertuang dalam Rencana Induk Penelian (RIP). STIKes Yatsi Tangerang juga telah menetapakan ada delapan   hal penting yang dianggap sebagai pendukung dari keberhasilan penelitian ini,yaitu :Visi   dan   misi,   kebijakan   umum,   dana,   sumber   daya   manusia,   manajemen, infrastruktur, budaya, dan indikator kinerja.
Persaingan global di dunia yang terjadi pada saat ini, khususnya dalam kemajuan ilmu pengetahuan, pendidikan, riset  tidak dapat dihindari  oleh Indonesia. Oleh karena itu  diperlukan suatu strategi atau seni menggunakan kecakapan dan sumber daya   untuk mencapai sasarannya,   yaitu melalui hubungan yang efektif dengan lingkungan dalam kondisi yang paling menguntungkan.
LPPM STIKes Yatsi Tangerang perlu menentukan tema-tema riset yang diperlukan Negara dan Bangsa Indonesia, untuk menghadapi  persaingan  penentuan  tema  sedapat  mungkin  unik,  sesuai  dengan  keistimewaan negara dan bangsa Indonesia: negara tropis berlaut dangkal, panjang pantai yang, jumlah pulau, jumlah suku dan penduduk, ke-anekaragaman fauna dan flora,   dan sebagainya. Disamping itu STIKes Yatsi Tangerang juga harus mampu melihat peluang terlaksananya riset tersebut baik ditinjau dari sumber daya dan dana yang dimiliki. Sebaiknya riset yang akan dibuat hasilnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat atau dengan kata lain harus  implementatif.   Selain itu riset yang akan dibuat harus mempunyai alur agar dapat berlanjut dan berkembang.
Dalam menentukan tema riset LPPM STIKes Yatsi Tangerang juga memperhatikan agenda pembangunan antar bangsa di awal abad ke-21 yang mendudukan posisi manusia (dan masyarakat) sebagai subjek dan  sekaligus tujuan  pembangunan.  Perhatian  sentral  ditujukan  pada  kesetaraan,  keamanan,  keberlanjutan. Dalam Tujuan Pembangunan  Milenium (Millenium Development Goals;MDGs) dinyatakan sejumlah prioritas pembangunan yang mencakup diantaranya : penanggulangan kemiskinan, kesetaraan akses ke layanan pendidikan dasar; kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan; penurunan angka kematian anak; peningkatan angka kesehatan ibu; dan kelestarian lingkungan hidup. Penegasan arti penting manusia dalam pembangunan juga tercermin dalam Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index; HDI), yang berfokus pada ketersediaan pilihan manusia dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan daya beli.
Arah  pengembangan  riset  di  STIKes Yatsi Tangerang dilandasi  oleh  SK  Nomor 115/STIKes/IX/2015 yang  bersifat  lintas  dan  multi-disiplin  yang  menunjang  pembangunan  berkelanjutan  dengan mengkaji ketepatan tema utama perkotaan (urban). Melihat kemampuan sumber daya manusia khususnya untuk bidang riset dan pengabdian masyarakat, perangkat lunak dan keras yang dimiliki, kumpulan periset yang ada (domain) serta peta persaingan dan pasar yang tersedia akan ditentukan unggulan riset STIKes Yatsi Tangerang
Penentuan sebuah fokus dilandaskan pada kepakaran yang dimiliki periset STIKes Yatsi Tangerang adalah hal yang penting. Fokus riset atau riset yang diunggulkan bukanlah sebuah impian, riset yang diunggulkan adalah dimana kita memang unggul (proses bottom up melalui identifikasi kompetensi riil dari track record seorang peneliti) dan mampu bersaing di skala internasional (dengan cara yang cerdas memilih topik yang unik). Riset yang diunggulkan harus mampu memberi penyelesaian bagi masalah
Cara  yang cerdas  untuk  membawa  STIKes Yatsi Tangerang  ke  titik  terdepan pengembangan ilmu adalah dengan mengedepankan keistimewaan STIKes Yatsi Tangerang sebagai   lembaga pendidikan tinggi yang komprehensif yang memiliki hampir semua disiplin ilmu. Oleh karena itu pelibatan berbagai periset dan kelompok secara mono-disiplin, oligo-disiplin, bahkan antar-disiplin dalam klaster-klaster riset atau kelompok peminatan berdasarkan fokus riset yang relevan dan kelompok riset unggulan merupakan suatu keistimewaan tersendiri bagi STIKes Yatsi Tangerang. Dalam   menentukan   fokus   riset   atau   riset   yang   diunggulkan   paling   tidak   dua   hal   yang dipertimbangkan. Pertama, relevansi dan kegunaannya yang besar bagi menopang perkembangan peradaban bangsa di era global.  Penentuan fokus riset dapat dilakukan melalui  pemberian hibah- hibah penelitian STIKes Yatsi Tangerang  yang telah dtentukan tema-tema-temanya. Kedua, fokus riset tersebut diharapkan memuat kekuatan dan kesempatan untuk berkompetisi dengan kompetitor potensial di tingkat nasional, regional maupun internasional. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKes Yatsi Tangerang secara struktural dipimpin  oleh  seorang  Ketua.  Dalam  pelaksanaan  teknis  intern harian, Ketua LPPM STIKes STIKes Yatsi Tangerang dibantu oleh tim dari berbagai bidang/divisi.  Pengelolaan teknis  penelitian dilakukan oleh masing- masing periset, sedangkan pengelolaan non-teknis atau administrasi pelaksanaan riset dilakukan terutama oleh LPPM STIKes Yatsi Tangerang.